Created at 12 May 2014 19:00   Last update at 24 Jun 2016 06:00


Bob tidak tahu apa yang terjadi dalam malam kemarin. Saat ia bangun tidur, rumahnya sudah berantakan. Perumahan tempat ia tinggal juga berantakan. Tak ada sesosok bayanganpun yang terlihat. Bob mulai khawatir akan teman dekatnya, Alice, yang tinggal beberapa blok dari rumahnya.

Setelah berjalan selama beberapa menit, Bob melihat sosok yang amat ia kenal sedang berjalan sangat pelan dan terhuyung-huyung. Bukankah itu Chuck, pikir Bob. Bob menepuk pundak Chuck. Chuck menoleh. Namun, itu bukan wajah Chuck yang ia kenal. Itu Zombie Chuck. Bob berteriak dan langsung lari. Zombie Chuck mengejarnya. Bob mempercepat larinya. Zombie Chuck tetap pada kecepatannya. Bob memperlambat larinya. Zombie Chuck tetap pada kecepatannya. Bob melompati pagar pendek pembatas jalan. Zombie Chuck tersandung pagar pendek, kakinya copot, dan jatuh terjembab tak berkutik. Bob melepaskan tawa lega dan melanjutkan perjalanan ke rumah Alice.

Zombie apocalypse adalah salah satu skenario akhir dunia yang populer. Banyak hal yang berawal dari sini, mulai dari perdebatan kemungkinan kejadian, cara bertahan, hingga penjualan survival kit anti zombie yang harganya mencapai 5 digit dolar. Namun, tidak banyak pembicaraan tentang pengalaman Bob, yang menemukan bahwa zombie kalah dengan pagar pendek pembatas jalan. Di sini akan dibahas antitesis dari zombie apocalypse, yaitu bagaimana epidemi zombie tidak akan bertahan lama.

Semua topografi tidak dirancang untuk zombie
Kita semua tahu bahwa zombie adalah mayat hidup tanpa kecerdasan yang bergerak berdasarkan impuls untuk makan. Lihatlah lingkungan di sekitar Anda. Cukup banyak pengamanan yang dapat mencegah zombie tanpa Anda perlu berusaha. Dalam kasus Bob, zombie tersandung pagar pembatas jalan. Contoh mudah lain adalah parit dan selokan. Jika zombie telah masuk parit dalam, Anda bisa berdiri di atas parit dan main dart tanpa perlu khawatir mereka akan memanjat kembali. Sebagai tambahan, tanpa rangsangan makanan, zombie berjalan tanpa tujuan yang jelas. Jika dialam bebas, entah berapa banyak zombie yang berjalan langsung ke jurang, danau, atau kawah gunung berapi.

Hasilnya mungkin seperti Cars.
Hasilnya mungkin seperti Cars.

Siklus hidup zombie sangat buruk untuk bertahan

Manusia perlu makan untuk bertahan hidup dan melakukan reproduksi untuk menambah jumlah. Di sisi lain, zombie perlu makan manusia untuk dapat tetap berjalan, dan juga memerlukan manusia untuk menambah jumlah. Masalah besar disini adalah manusia merupakan predator puncak dalam piramida makanan. Ini karena manusia memiliki kemampuan untuk membuat senjata untuk berburu dan bertahan hidup. Analogi zombie berusaha melawan manusia untuk keperluan makan dan reproduksi sama dengan manusia bertangan kosong berusaha melawan T-Rex yang mengerti cara memakai F14.

Anda tak akan menang.
Anda tak akan menang.

Panas maupun dingin berbahaya untuk zombie

Zombie adalah mayat hidup. Seringkali diskusi terlalu fokus pada "mayat hidup" dan melupakan bahwa mayat adalah daging, sama halnya dengan daging yang dapat anda beli di pasar. Ada banyak permasalahan yang berawal dari sini. Pertama, sistem peredaran darah mereka tidak berjalan, yang berarti mereka dengan mudah dapat berhenti karena dingin. Secara otomatis, zombie apocalypse di wilayah utara dan selatan tidak akan bertahan lebih lama dari waktu seseorang membekukan daging di lemari es. Kedua, kelenjar keringat tidak berfungsi (tidak pernah ada mayat berkeringat, kan?), sehingga suhu tubuh mereka akan tetap naik yang berarti mereka akan cepat kering pada suhu panas.

Contoh daging beku dan daging panas
Contoh daging beku dan daging panas

Jadi zombie adalah daging…

Jika Anda sering ke supermarket, tentu anda melihat bahwa produk daging ada di tempat bersuhu rendah. Apa alasannya? Mencegah daging tersebut busuk dan juga mengusir lalat. Lalat. Serangga yang satu ini tidak menyukai suhu dingin. Bagaimana dengan zombie di ruang terbuka? Tentu saja akan dirubung lalat. Apa efek sampingnya? Diteluri lalat. Kemudian? Ada baiknya anda melewati paragraf ini karena tahap berikutnya adalah telur lalat menetas dan belatung memakan daging. Tentu saja ini artinya si zombie akan tercerai-berai karena menjadi mangsa lalat. Makhluk yang dianggap dapat menyebabkan akhir dunia dikalahkan oleh lalat.

Pahlawan kita.
Pahlawan kita.

Dan alampun bereaksi…

Sampailah kita di topik yang agak "mengganggu". Dalam tubuh manusia ada banyak jenis bakteri pembusuk yang tinggal di usus besar. Proses pembusukan adalah proses anaerobik (tidak memerlukan oksigen), dan mengeluarkan gas. Gas yang terkumpul di usus besar harus dikeluarkan dalam bentuk kentut. Kentut memerlukan kesadaran akan penggunaan otot rectum. Zombie, di sisi lain tidak memiliki kesadaran akan otot rectum sehingga gas tetap akan terkumpul di dalam usus besar. Lebih buruk lagi, bakteri akan mulai membusukkan organ dalam tubuh. Jika gas ini tidak dikeluarkan, maka tekanan dalam tubuh zombie akan menjadi tinggi dan bukan "DUT!" yang keluar, melainkan "DUAR!". Zombie meledak karena gas kentut.

Karena satu dan lain hal, kami tidak dapat menampilkan gambar ini.
Karena satu dan lain hal, kami tidak dapat menampilkan gambar ini.